3. Protokol Jaringan
Merupakan sebuah aturan yang mendefinisikan beberapa
fungsi yang ada dalam sebuah jaringan komputer, misalnya mengirim pesan, data,
informasi dan fungsi lain yang harus dipenuhi oleh sisi pengirim
(transmitter ) dan sisi penerima (receiver ) agar komunikasi
berlangsung dengan benar. Fungsi dari Protokol Jaringan adalah untuk
memungkinkan dua atau lebih komputer agar dapat berkomunikasi denganbahasa yang
sama.
4. Jenis-jenis
Protokol Jaringan
1.
TCP/IP (Transmission Control
Protocol/Internet Protocol)
2. UDP
( User Datagram Protokol)
3. DNS (Domain
Name System )
4. Point-to-Point
Protocol
5. Serial
Line Internet Protocol
6. Internet
Control Message Protocol (ICMP)
7. SMTP (Simple Mail Transfer Protocol)
8. POP3
(Post Office Protocol)
9. IMAP
(Internet Message Access Protocol)
10. HTTP
(Hypertext Transfer Protocol)
4.1 TCP/IP (Transmission Control
Protocol/Internet Protocol)
TCP/IP adalah
standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses
tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan
Internet. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol
ini berupa kumpulan protokol (protocol suite). Protokol ini juga merupakan
protokol yang paling banyak digunakan saat ini. Data tersebut diimplementasikan
dalam bentuk perangkat lunak (software) di sistem operasi. Istilah yang
diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack. Pada TCP/IP terdapat
beberapa protokol sub yang menangani masalah komunikasi antar komputer. TCP/IP
mengimplemenasikan arsitektur berlapis yang terdiri atas empat lapis,
diantaranya adalah :
1.
Protokol
Lapisan aplikasi
2.
Protokol
lapisan antar-host
3.
Protokol
lapisan internetwork
4.
Protokol
lapisan antarmuka jaringan
4.2
UDP (User Datagram Protokol)
UDP singkatan
dari User Datagram Protocol, adalah salah satu protokol lapisan transpor TCP/IP
yang mendukung komunikasi yang tidak andal (unreliable), tanpa koneksi
(connectionless) antara host-host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP.
·
Connectionless (tanpa koneksi): Pesan-pesan UDP akan
dikirimkan tanpa harus dilakukan proses negosiasi koneksi antara dua host yang
hendak berukar informasi.
·
Unreliable (tidak andal): Pesan-pesan UDP akan
dikirimkan sebagai datagram tanpa adanya nomor urut atau pesan acknowledgment.
Protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP harus melakukan pemulihan
terhadap pesan-pesan yang hilang selama transmisi.
·
UDP menyediakan mekanisme untuk mengirim pesan-pesan
ke sebuah protokol lapisan aplikasi atau proses tertentu di dalam sebuah host
dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP. Header UDP berisi field Source Process
Identification dan Destination Process Identification.
·
UDP menyediakan penghitungan checksum berukuran 16-bit
terhadap keseluruhan pesan UDP.
4.3
DNS (Domain Name System)
Domain Name System (DNS) adalah distribute database system yang digunakan
untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan
TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). DNS biasa digunakan
pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail,
dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address. Selain
digunakan di Internet, DNS juga dapat di implementasikan ke private network
atau intranet dimana DNS memiliki keunggulan seperti:
1.
Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi
direpotkan untuk mengingat IP address sebuah komputer cukup host name (nama
Komputer).
2.
Konsisten, IP address sebuah komputer bisa berubah
tapi host name tidak berubah.
3.
Simple, user hanya menggunakan satu nama domain untuk
mencari baik di Internet maupun di Intranet.
4.4
Point-to-Point Protocol
Point-to-Point Protocol (sering disingkat menjadi PPP) adalah sebuah
protokol enkapsulasi paket jaringan yang banyak digunakan pada wide area
network (WAN). Protokol ini merupakan standar industri yang berjalan pada
lapisan data-link dan dikembangkan pada awal tahun 1990-an sebagai respons
terhadap masalah-masalah yang terjadi pada protokol Serial Line Internet
Protocol (SLIP), yang hanya mendukung pengalamatan IP statis kepada para
kliennya. Dibandingkan dengan pendahulunya (SLIP), PPP jauh lebih baik,
mengingat kerja protokol ini lebih cepat, menawarkan koreksi kesalahan, dan
negosiasi sesi secara dinamis tanpa adanya intervensi dari pengguna. Selain
itu, protokol ini juga mendukung banyak protokol-protokol jaringan secara
simultan.
PENULIS :
Ade, Anita, Gilang, Reza
Teknik Komputer
POLSRI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar