Selasa, 01 Mei 2012

Networking Terminologi Part2

 
3.   Protokol Jaringan
            Merupakan sebuah aturan yang mendefinisikan beberapa fungsi yang ada dalam sebuah jaringan komputer, misalnya mengirim pesan, data, informasi dan fungsi lain yang harus dipenuhi oleh sisi pengirim (transmitter ) dan sisi penerima (receiver ) agar komunikasi berlangsung dengan benar. Fungsi dari Protokol Jaringan adalah untuk memungkinkan dua atau lebih komputer agar dapat berkomunikasi denganbahasa yang sama.

4.   Jenis-jenis Protokol Jaringan
1.      TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol)
2.      UDP ( User Datagram Protokol)
3.       DNS (Domain Name System )
4.      Point-to-Point Protocol
5.       Serial Line Internet Protocol
6.       Internet Control Message Protocol (ICMP)
7.       SMTP (Simple Mail Transfer Protocol)
8.       POP3 (Post Office Protocol)
9.       IMAP (Internet Message Access Protocol)
10.  HTTP (Hypertext Transfer Protocol)

4.1     TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol)
TCP/IP adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol suite). Protokol ini juga merupakan protokol yang paling banyak digunakan saat ini. Data tersebut diimplementasikan dalam bentuk perangkat lunak (software) di sistem operasi. Istilah yang diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack. Pada TCP/IP terdapat beberapa protokol sub yang menangani masalah komunikasi antar komputer. TCP/IP mengimplemenasikan arsitektur berlapis yang terdiri atas empat lapis, diantaranya adalah :
1.        Protokol Lapisan aplikasi
2.        Protokol lapisan antar-host
3.        Protokol lapisan internetwork
4.        Protokol lapisan antarmuka jaringan


4.2         UDP (User Datagram Protokol)
UDP singkatan dari User Datagram Protocol, adalah salah satu protokol lapisan transpor TCP/IP yang mendukung komunikasi yang tidak andal (unreliable), tanpa koneksi (connectionless) antara host-host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP.
·           Connectionless (tanpa koneksi): Pesan-pesan UDP akan dikirimkan tanpa harus dilakukan proses negosiasi koneksi antara dua host yang hendak berukar informasi.
·           Unreliable (tidak andal): Pesan-pesan UDP akan dikirimkan sebagai datagram tanpa adanya nomor urut atau pesan acknowledgment. Protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP harus melakukan pemulihan terhadap pesan-pesan yang hilang selama transmisi.
·           UDP menyediakan mekanisme untuk mengirim pesan-pesan ke sebuah protokol lapisan aplikasi atau proses tertentu di dalam sebuah host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP. Header UDP berisi field Source Process Identification dan Destination Process Identification.
·           UDP menyediakan penghitungan checksum berukuran 16-bit terhadap keseluruhan pesan UDP.

4.3         DNS (Domain Name System)
Domain Name System (DNS) adalah distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address. Selain digunakan di Internet, DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau intranet dimana DNS memiliki keunggulan seperti:
1.        Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP address sebuah komputer cukup host name (nama Komputer).
2.        Konsisten, IP address sebuah komputer bisa berubah tapi host name tidak berubah.
3.        Simple, user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari baik di Internet maupun di Intranet.
 
4.4         Point-to-Point Protocol
Point-to-Point Protocol (sering disingkat menjadi PPP) adalah sebuah protokol enkapsulasi paket jaringan yang banyak digunakan pada wide area network (WAN). Protokol ini merupakan standar industri yang berjalan pada lapisan data-link dan dikembangkan pada awal tahun 1990-an sebagai respons terhadap masalah-masalah yang terjadi pada protokol Serial Line Internet Protocol (SLIP), yang hanya mendukung pengalamatan IP statis kepada para kliennya. Dibandingkan dengan pendahulunya (SLIP), PPP jauh lebih baik, mengingat kerja protokol ini lebih cepat, menawarkan koreksi kesalahan, dan negosiasi sesi secara dinamis tanpa adanya intervensi dari pengguna. Selain itu, protokol ini juga mendukung banyak protokol-protokol jaringan secara simultan.



PENULIS :
Ade, Anita, Gilang, Reza
Teknik Komputer
POLSRI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar