Selasa, 01 Mei 2012

Manajemen Jarkom Part1

Pendekatan Organisasi dan Teknologi

Teknologi yang diterapkan pada jaringan computer di sebuah organisasi dipilih dan dibangun sesuai dengan rencana pemenuhan kebutuhan teknologi informasi dan aplikasinya bagi organisasi itu sendiri. Alat itu dibuat untuk mencapai performance organisasi atau lembaga yang baik.
1.             Pendekatan Organisasi 
         Organisasi tidak dapat dirumuskan karena ada perbedaan pandangan, oleh karena itu, maka
pemahamannya melalui suatu pendekatan yang sering diungkapkan dengan apa yang disebut :
a. Pendekatan pencapaian tujuan, menyatakan bahwa keefektifan sebuah organisasi harus dinilai dengan
    pencapaian tujuan ketimbang caranya.
b. Pendekatan sistim, bahwa organisasi terdiri sub bagian yang saling berhubungan, oleh karena itu dinilai
    berdasarkan kemampuannya untuk dan mempertahankan stabilitas dan keseimbangan.
c. Pendekatan stakeholders, dikatakan efektif apabila dapat memenuhi bagi pemilik adalah laba atau
    investasi, pertumbuhan penghasilan ; pegawai adalah kompensasi, tnjangan tambahan, kepuasaan pada
    kondisi kerja ; pelanggan adalah kepuasan terhadap harga, kualitas, pelayanan ; kreditur adalah
    kemampuan untuk membayar hutang.
d. Pendekatan nilai-nilai bersaing, bertitik tolak dengan assumsi terdapat apa yang disebut dengan
    fleksibilitas (mampu menyesuaikan diri dengan perubahan ; perolehan sumber (mampu meningkatkan
   dukungan dari luar dan memperluas jumlah tenaga kerja) ; perencanaan (tujuan jelas dan dipahami dengan
   benar) ; produktifitas (volume keluaran tinggi, rasio keluaran terhadap masukan tinggi) ; Ketersediaan
   informasi (saluran komunikasi membantu pemberian informasi kepada orang mengenai hal-hal yang
   mempengaruhi pekerjaan mereka) ; stabilitas (perasaan tenteram, kontinuitas, kegiatan berfungsi secara
   lancar) ; Tempat kerja yang kondusif (pegawai mempercayai, menghormati serta bekerja sama dengan
   yang lain) ; tenaga kerja terampil (pegawai memperoleh pelatihan, mempunyai keterampilan dan
   berkapasitas untuk melaksanakan pekerjaannya dengan baik).

Kalau dilihat dari sudut pandang bahwa jaringan komputer adalah fasilitas pendukung kinerja lembaga atau organisasi atau perusahaan, maka kita bisa melihat aspek aspek penting berikut ini :
1.        Jaringan komputer mengintegrasikan unit unit organisasi atau perusahaan sehingga operasional organisasi menjadi lebih baik. Model jaringan komputer yang dipilih dapat sesuai dengan selera dan mendukung pencapaian tujuan yang ingin dicapai oleh organisasi atau lembaga. Bila organisasi memiliki 50 cabang dengan jarak berjauhan, maka organisasi akan mendapat manfaat jaringan komputer apabila semua cabang itu di integrasikan ke dalam sebuah jaringan komputer yang di dukung oleh beberapa server. Pemilihan jenis komunikasi data penghubung antar organisasi bisa bervariasi tergantung kebutuhan dan dana yang tersedia atau saluran yang masih tersedia di vendor penyewa saluran komunikasi data. Ke 50 sub organisasi tersebut dan ingin semuanya dapat memiliki server-server unit on line di Internet, maka diperlukan 50 web server yang dititipkan di Internet Service Provider atau disambungkan melalui saluran komunikasi data yang cocok untuk sambungan web server. Dari kebutuhan itu ada kebutuhan lainnya misalnya kebutuhan tambahan web master yang membuat atau mengubah isi web server tiap bulan. Agar web server semua terintegrasi diperlukan sambungan kabel optic membuat network gigabit dan kondisi sambungan harus terus menerus dijaga agar tetap reliable.
2.     Perubahan dokumen internal organisasi dari secarik kertas menjadi file dokumen mengurangi biaya administrasi organisasi untk pengadaan dokumen dan biaya pengiriman dokumen. Dengan terintegrasinya jaringan komputer ke dalam lalu lintas data organisasi yang awalnya berupa dokumen kertas dan memerlukan waktu lebih lama, akan menjadi lebih cepat sehingga organisasi dapat menghemat biaya operasional administrasi organisasi. Namun sudah barang tentu tidak semua dokumen dapat dibuat dalam bentuk file dan valid di mata hukum, beberapa dokumen seperti akte dan materai tetap perlu berupa dokumen kertas karena bentuk bentuk dokumen itu yang diterima oleh system hukum nasional. Dalam hal ini organisasi perusahaan yang memiliki banyak transaksi dengan nilai yang harus diberi kuitansi bermaterai, tetap harus memiliki arsip kuitansi transaksi bermaterai. Perubahan budaya seperti ini akan memerlukan waktu yang tidak sedikit. 

PENULIS :
Ade, Anita, Gilang, Reza
Teknik Komputer

Tidak ada komentar:

Posting Komentar