Pendekatan Organisasi dan
Teknologi
Teknologi yang diterapkan pada jaringan computer di sebuah organisasi dipilih dan
dibangun sesuai dengan rencana pemenuhan kebutuhan teknologi informasi dan aplikasinya
bagi organisasi itu sendiri. Alat itu dibuat untuk mencapai performance
organisasi atau lembaga yang baik.
1.
Pendekatan Organisasi
Organisasi tidak dapat dirumuskan karena ada perbedaan pandangan, oleh karena itu, maka
pemahamannya melalui suatu pendekatan yang sering diungkapkan dengan apa yang disebut :
a. Pendekatan pencapaian tujuan, menyatakan bahwa keefektifan sebuah organisasi harus dinilai dengan
pencapaian tujuan ketimbang caranya.
b. Pendekatan sistim, bahwa organisasi terdiri sub bagian yang saling berhubungan, oleh karena itu dinilai
berdasarkan kemampuannya untuk dan mempertahankan stabilitas dan keseimbangan.
c. Pendekatan stakeholders, dikatakan efektif apabila dapat memenuhi bagi pemilik adalah laba atau
investasi, pertumbuhan penghasilan ; pegawai adalah kompensasi, tnjangan tambahan, kepuasaan pada
kondisi kerja ; pelanggan adalah kepuasan terhadap harga, kualitas, pelayanan ; kreditur adalah
kemampuan untuk membayar hutang.
d. Pendekatan nilai-nilai bersaing, bertitik tolak dengan assumsi terdapat apa yang disebut dengan
fleksibilitas (mampu menyesuaikan diri dengan perubahan ; perolehan sumber (mampu meningkatkan
dukungan dari luar dan memperluas jumlah tenaga kerja) ; perencanaan (tujuan jelas dan dipahami dengan
benar) ; produktifitas (volume keluaran tinggi, rasio keluaran terhadap masukan tinggi) ; Ketersediaan
informasi (saluran komunikasi membantu pemberian informasi kepada orang mengenai hal-hal yang
mempengaruhi pekerjaan mereka) ; stabilitas (perasaan tenteram, kontinuitas, kegiatan berfungsi secara
lancar) ; Tempat kerja yang kondusif (pegawai mempercayai, menghormati serta bekerja sama dengan
yang lain) ; tenaga kerja terampil (pegawai memperoleh pelatihan, mempunyai keterampilan dan
berkapasitas untuk melaksanakan pekerjaannya dengan baik).
Organisasi tidak dapat dirumuskan karena ada perbedaan pandangan, oleh karena itu, maka
pemahamannya melalui suatu pendekatan yang sering diungkapkan dengan apa yang disebut :
a. Pendekatan pencapaian tujuan, menyatakan bahwa keefektifan sebuah organisasi harus dinilai dengan
pencapaian tujuan ketimbang caranya.
b. Pendekatan sistim, bahwa organisasi terdiri sub bagian yang saling berhubungan, oleh karena itu dinilai
berdasarkan kemampuannya untuk dan mempertahankan stabilitas dan keseimbangan.
c. Pendekatan stakeholders, dikatakan efektif apabila dapat memenuhi bagi pemilik adalah laba atau
investasi, pertumbuhan penghasilan ; pegawai adalah kompensasi, tnjangan tambahan, kepuasaan pada
kondisi kerja ; pelanggan adalah kepuasan terhadap harga, kualitas, pelayanan ; kreditur adalah
kemampuan untuk membayar hutang.
d. Pendekatan nilai-nilai bersaing, bertitik tolak dengan assumsi terdapat apa yang disebut dengan
fleksibilitas (mampu menyesuaikan diri dengan perubahan ; perolehan sumber (mampu meningkatkan
dukungan dari luar dan memperluas jumlah tenaga kerja) ; perencanaan (tujuan jelas dan dipahami dengan
benar) ; produktifitas (volume keluaran tinggi, rasio keluaran terhadap masukan tinggi) ; Ketersediaan
informasi (saluran komunikasi membantu pemberian informasi kepada orang mengenai hal-hal yang
mempengaruhi pekerjaan mereka) ; stabilitas (perasaan tenteram, kontinuitas, kegiatan berfungsi secara
lancar) ; Tempat kerja yang kondusif (pegawai mempercayai, menghormati serta bekerja sama dengan
yang lain) ; tenaga kerja terampil (pegawai memperoleh pelatihan, mempunyai keterampilan dan
berkapasitas untuk melaksanakan pekerjaannya dengan baik).
Kalau dilihat dari sudut pandang bahwa jaringan komputer adalah
fasilitas pendukung kinerja lembaga atau organisasi atau perusahaan, maka kita
bisa melihat aspek aspek penting berikut ini :
1.
Jaringan komputer
mengintegrasikan unit unit organisasi atau perusahaan sehingga operasional
organisasi menjadi lebih baik. Model jaringan komputer
yang dipilih dapat sesuai dengan selera dan mendukung pencapaian tujuan yang
ingin dicapai oleh organisasi atau lembaga. Bila organisasi memiliki 50 cabang
dengan jarak berjauhan, maka organisasi akan mendapat manfaat jaringan komputer
apabila semua cabang itu di integrasikan ke dalam sebuah jaringan komputer yang
di dukung oleh beberapa server. Pemilihan jenis komunikasi data penghubung
antar organisasi bisa bervariasi tergantung kebutuhan dan dana yang tersedia
atau saluran yang masih tersedia di vendor penyewa saluran komunikasi data. Ke
50 sub organisasi tersebut dan ingin semuanya dapat memiliki server-server unit
on line di Internet, maka diperlukan 50 web server yang dititipkan di Internet
Service Provider atau disambungkan melalui saluran komunikasi data yang cocok
untuk sambungan web server. Dari kebutuhan itu ada kebutuhan lainnya misalnya
kebutuhan tambahan web master yang membuat atau mengubah isi web server tiap
bulan. Agar web server semua terintegrasi diperlukan sambungan kabel optic
membuat network gigabit dan kondisi sambungan harus terus menerus dijaga agar
tetap reliable.
2. Perubahan dokumen internal
organisasi dari secarik kertas menjadi file dokumen mengurangi biaya
administrasi organisasi untk pengadaan dokumen dan biaya pengiriman dokumen. Dengan terintegrasinya jaringan komputer ke dalam lalu lintas data
organisasi yang awalnya berupa dokumen kertas dan memerlukan waktu lebih lama,
akan menjadi lebih cepat sehingga organisasi dapat menghemat biaya operasional
administrasi organisasi. Namun sudah barang tentu tidak semua dokumen dapat
dibuat dalam bentuk file dan valid di mata hukum, beberapa dokumen seperti akte
dan materai tetap perlu berupa dokumen kertas karena bentuk bentuk dokumen itu
yang diterima oleh system hukum nasional. Dalam hal ini organisasi perusahaan yang
memiliki banyak transaksi dengan nilai yang harus diberi kuitansi bermaterai,
tetap harus memiliki arsip kuitansi transaksi bermaterai. Perubahan budaya seperti
ini akan memerlukan waktu yang tidak sedikit.
PENULIS :
Ade, Anita, Gilang, Reza
Teknik Komputer
Tidak ada komentar:
Posting Komentar